Berbagai Bentuk Seni Musik di Italia: Bagian 1

Berbagai Bentuk Seni Musik di Italia: Bagian 1 – Tradisi musik Italia dapat ditelusuri kembali ke zaman prasejarah, dan mencakup berbagai macam bentuk musik, dari musik rakyat tradisional hingga komposisi klasik, opera dan rock.

Berbagai Bentuk Seni Musik di Italia: Bagian 1

Musik adalah bagian integral dari kehidupan Italia, baik di Italia sendiri maupun di mana pun orang Italia menetap. Sekilas sejarah musik menawarkan banyak bukti tentang hubungan cinta Italia dengan bentuk seni ini: sbotop

  • Komposer Italia menciptakan simfoni pertama, mendefinisikan delapan nada oktaf, memodifikasi kuartet senar dan memperkenalkan inovasi dalam tangga nada musik, harmoni dan notasi, yang masih menggunakan istilah tradisional Italia seperti adagio, piano, legato, dan sebagainya.
  • Pengrajin Italia menemukan alat musik seperti harpsichord dan bassoon, dan menyempurnakan alat musik lain seperti piano dan biola.
  • Orang Italia menulis buku pertama tentang tari dan mementaskan balet pertama (dari kata ballare Italia, yang berarti ‘menari’).
  • Tradisi teater Italia seperti Commedia dell’Arte memungkinkan perkembangan opera.

Berikut ikhtisar singkat dari berbagai bentuk seni musik di Italia.

Musik Rakyat Italia

Masing-masing dari 20 wilayah Italia telah mengembangkan gaya musik, instrumen, dan tarian mereka yang unik. Balada (canti epico lirici) lebih umum di utara, sedangkan lagu lirik ( canti lirico monostrofici ) populer di Italia selatan. Musik rakyat Italia juga mencerminkan pengaruh berbagai penjajah, bersama dengan gaya musik yang diimpor dari negara lain.

Alat musik tradisional Italia termasuk akordeon piano, seruling, dan berbagai macam pipa (ciaramella dan piffero), termasuk bagpipe. Banyak komunitas pedesaan mendukung musik tiup, yang biasanya menampilkan klarinet, akordeon, biola, dan drum.

Lagu-lagu Neapolitan mungkin merupakan contoh musik daerah yang paling banyak dikenal, karena banyak orang dari daerah ini yang pindah ke negara lain. Musik rakyat Sisilia juga dipertunjukkan di banyak negara tempat orang Sisilia menetap.

Opera Italia

Tidak seperti musik rakyat daerah, opera telah dikaitkan dengan identitas ‘Italia’, meskipun berasal dari kota Florence di utara.

Abad ke-17 adalah periode revolusioner dalam perkembangan musik Eropa, karena musik abad pertengahan yang disebarkan oleh para penyanyi berganti menjadi madrigal harmonis dan akhirnya opera. Selama berabad-abad, tradisi opera dikembangkan dan disempurnakan oleh komposer Italia seperti Claudio Monteverdi, Alessandro Scarlatti, Gioacchino Rossini, Vincenzo Bellini, Gaetano Donizetti, dan Giuseppe Verdi.

Opera Italia mendominasi panggung opera internasional selama berabad-abad, sampai opera bahasa lokal akhirnya diterima pada abad ke-19.

Musik Klasik Italia

Musik klasik Italia berasal dari awal abad ke-16, tetapi sulit untuk memisahkannya dari opera karena banyak komposer klasik menulis keduanya. Contoh paling terkenal termasuk Tomaso Albinoni, Francesco Cavalli, Antonio Cesti dan Gaetano Donizetti. Komposer lain terkenal dengan simfoni, konserto, dan sonata mereka, termasuk Alessandro Marcello, Niccolò Paganini, Giuseppe Domenico Scarlatti, dan Antonio Vivaldi.

Bentuk selanjutnya dari musik klasik yang dikenal sebagai Musik Instrumental berasal dari tahun 1904 ketika Giuseppe Martucci menggubah Simfoni Kedua-nya, memulai suatu tren yang menjauh dari gaya opera. Tetapi musik simfoni paling populer yang dipertunjukkan di Italia saat ini masih merupakan karya komposer Romantis abad ke-19, meskipun komposer modern yang inovatif seperti Luciano Berio, Sylvano Bussotti, Franco Donatoni dan Luigi Nono juga telah menginspirasi pengikut setia.

Musik Suci

Italia adalah rumah bagi Gereja Katolik Roma, yang memiliki warisan tradisi musik yang kaya. Sayangnya, tidak ada musik paling awal yang bertahan, kecuali beberapa fragmen himne dan mazmur Perjanjian Baru.

Berbagai Bentuk Seni Musik di Italia: Bagian 1

Nyanyian Gregorian adalah gaya nyanyian a capella monophonic (melodi baris tunggal) yang dikembangkan dan dilakukan oleh para biarawan selama periode 800-1000 Masehi. Seiring dengan polifoni Renaisans (atau melodi multi-baris), lagu ini populer dalam kebaktian gereja hingga awal tahun 1800-an, ketika tidak disukai lagi oleh musik yang lebih menghibur.

Pada tahun 1970-an, Vatikan II melihat matinya musik berbahasa Latin di gereja, dengan gaya nyanyian rakyat menggantikannya untuk sementara waktu. Syukurlah, era yang berumur pendek ini digantikan oleh kembalinya himne tradisional yang dinyanyikan dalam bahasa lokal.